Bikin Merinding! Fotografer Ini Nyatakan Taubat dari Permintaan Pre Wedding

Bikin Merinding! Fotografer Ini Nyatakan Taubat dari Permintaan Pre Wedding
Ilustrasi Foto Pre Wedding : Google

Moslemcommunity.net- Seorang fotografer mengunggah pernyataan resmi bahwa pihaknya tidak lagi menerima permintaan foto sebelum pernikahan atau masyhur disebut pre wedding. Mengaku tidak takut kehilangan rezeki, fotografer ini mengungkapkan alasan yang kuat, dan tegas.

Alasannya juga membuat sejumlah netizen merinding karena keberanian dan ketegasan sikapnya.

"Tidak ada satu pun ulama/ustadz yang menyatakan pre wedding itu halal. MUI pun jelas menyatakan, pre wedding itu haram." tulis Hendy Wicaksono, pemilik usaha fotografi, melalui akun fesbuknya pada Ahad, (26/11/17).

Tidak ada satupun ulama/ustadz yg menyatakan kalo Prewedding itu Halal..
MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram..
Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yg saya lakukan barokah.. dan halal.. kalo yg saya lakukan adalah hal yg jelas Haram..
Sudah bertahun tahun pernyataan itu saya dengar..
Dan dengan bodohnya saya masih cuek bebek..
Seolah olah.. demi sebuah “mata pencarian” saya buat hal ini menjadi “Halal”.. saya kiaskan itu semua dengan sebuah sebutan “karya”..
Bertahun tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yg belum muhrim/halal untuk
Berpegangan Tangan, Berpelukan, hingga Berciuman.. Astaghfirullah..
Hingga mereka pun yg sdh menutup aurat, saya dengan egois dan benar benar menutup hati mengajak mereka melakukan prewedding dgn berbagai macam alasan kalo hal ini “biasa”..Tanpa memperhatikan Apa yang akan masuk kedalam perut anak istriku dr nafkah yg Haram itu..
Pernikahan itu adalah hal baik.. maka jangan lah hal yg menuju kesana diisi dgn hal yg Haram..
Prewedding itu memang luar biasa..
Sebuah budaya yg dikemas baik, indah, enak dilihat mata, menyenangkam buat mereka yg melakukan dan yg mencari nafkah di dalamnya.. sehigga mampu membuat hal Haram terlihat Amat sangat Halal.
Astaghfirullah..
Ah si ini foto prewedding gpp kok..
Ah si anak pemimpin ini prewedding jg gpp kok
Ah artis ini foto jg kok..
Bla bla bla..
Kebenaran itu bukan dr siapa yg melakukan.. tp dari apa yg ada di Quran dan Hadist..
Namun saya sadar.. prewedding ini ada karena kami. Kami para fotografer yg menawarkan “layanan” ini.
Kami yg membuat budaya ini semakin berkembang.
Awalnya cuma di studio.. dalam kota.. luar kota.. hingga ke luar negeri..
Saya sadar.. tanggung jawab kami yg menyebarluaskan ini..
Dan Kali ini saya memutuskan unt behenti dari kegiatan prewedding ini.. Juga saya mohon maaf kepada mereka semua yg sdh pernah saya ajak unt melakukan foto prewedding.
Karir yg meningkat itu harusnya bukan membuat kita semakin berlimpangan harta, kedudukan yg membuat kita jd lupa diri, atau banyaknya populasi yg menyukai kita.. yg semua membuat kita semakin sibuk dgn urusan duniawi.. Tapi seharunya kita semakin paham apa yg kita dapatkan ini barokah atau cobaan..
Demi aturan agama saya.. Demi nafkah yg masuk ke anak istri saya.. Demi nilai budaya Ketimuran..
Bismillah
I Quit..
#hwp #hwpphoto #halaljourney #nopreweddinganymore#nopreweddingformuslim

Ia juga mengaku menyesal karena selama ini menjalani usaha dengan memfasilitasi perbuatan yang haram. Bahkan ia mengarahkan calon suami dan calon istri untuk bergaya dalam proses pengambilan gambar sebelum akad nikah, dimana laki-laki dan perempuan haram bersentuhan sebelum menikah.

"Bertahun-tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yang belum muhrim/halal untuk berpegangan tangan, berpelukan, hingga berci*man. Astaghfirullah." lanjutnya, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Apalagi, umumnya para pelaku usaha ini melakukan promosi besar-besaran dan menganggap pre wedding yang haram ini seolah-olah biasa dan halal karena banyak yang melakukan.

"Hingga mereka pun yang sudah menutup aurat, saya dengan egois dan benar-benar menutup hati mengajak mereka melakukan pre wedding dengan berbagai alasan kalau hal ini 'biasa', tanpa memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut anak dan istriku dari nafkah yang haram itu." ujar Hendy.

Tak lupa, Hendy juga membongkar logika-logika yang kerap disampaikan oleh kalangan yang melakukan pre wedding dan menganggapnya sebagai hal yang biasa, padahal wajib dijauhi dan ditinggalkan.

"Ah, si ini foto pre wedding gak apa-apa kok."

"Ah si anak pemimpin ini pre wedding juga gak apa-apa kok."

"Ah artis ini foto juga kok."

Ia mengungkapkan, kebenaran bukan didasarkan dari siapa yang melakukan, tetapi berbasis dari Al-Qur'an sebagai Kalam Tuhan dan hadits sebagai contoh dari Nabi Muhammad yang mulia.

"Kebenaran bukan dari siapa yang melakukan, tapi dari apa yang ada di dalam Al-Qur'an dan Hadits." tegasnya.

Hendy juga mengajak para pelaku usaha pre wedding untuk merenung. Menurutnya, bagaimana menghendaki keluarga yang bahagia dan berkah jika jalan yang ditempuh tidak sesuai dengan ajaran agama.


"Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yang saya lakukan barokah dan halal kalau yang saya lakukan adalah hal yang jelas haram?" ungkapnya



Ia juga mengaku menyesal karena selama ini menjalani usaha dengan memfasilitasi perbuatan yang haram. Bahkan ia mengarahkan calon suami dan calon istri untuk bergaya dalam proses pengambilan gambar sebelum akad nikah, dimana laki-laki dan perempuan haram bersentuhan sebelum menikah.

"Bertahun-tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yang belum muhrim/halal untuk berpegangan tangan, berpelukan, hingga berci*man. Astaghfirullah." lanjutnya, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Apalagi, umumnya para pelaku usaha ini melakukan promosi besar-besaran dan menganggap pre wedding yang haram ini seolah-olah biasa dan halal karena banyak yang melakukan.

"Hingga mereka pun yang sudah menutup aurat, saya dengan egois dan benar-benar menutup hati mengajak mereka melakukan pre wedding dengan berbagai alasan kalau hal ini 'biasa', tanpa memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut anak dan istriku dari nafkah yang haram itu." ujar Hendy.

Tak lupa, Hendy juga membongkar logika-logika yang kerap disampaikan oleh kalangan yang melakukan pre wedding dan menganggapnya sebagai hal yang biasa, padahal wajib dijauhi dan ditinggalkan.

"Ah, si ini foto pre wedding gak apa-apa kok."

"Ah si anak pemimpin ini pre wedding juga gak apa-apa kok."

"Ah artis ini foto juga kok."

Ia mengungkapkan, kebenaran bukan didasarkan dari siapa yang melakukan, tetapi berbasis dari Al-Qur'an sebagai Kalam Tuhan dan hadits sebagai contoh dari Nabi Muhammad yang mulia.

"Kebenaran bukan dari siapa yang melakukan, tapi dari apa yang ada di dalam Al-Qur'an dan Hadits." tegasnya.

Hendy juga mengajak para pelaku usaha pre wedding untuk merenung. Menurutnya, bagaimana menghendaki keluarga yang bahagia dan berkah jika jalan yang ditempuh tidak sesuai dengan ajaran agama.

"Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yang saya lakukan barokah dan halal kalau yang saya lakukan adalah hal yang jelas haram?" ungkapnya

tarbawia.net

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel